Ketua Komisi III DPRD Tanah Bumbu Dorong Peningkatan Jaringan Telekomunikasi di Jalan Alternatif Batulicin-Banjarbaru

— Sementara itu, Kepala Dinas Kominfosp Tanbu, Al Husain Mardani mengatakan pihaknya sudah melakukan berbagai langkah koordinasi dengan kementerian maupun penyedia layanan telekomunikasi.

BATULICIN - DPRD Kabupaten Tanah Bumbu menggelar rapat bersama dengan Dinas Kominfosp setempat, Rabu (20/11/2024). Rapat tersebut terkait dengan RAPBD Tahun Anggaran 2025.

Rapat di pimpin langsung Ketua Komisi III, Andi Asdar Wijaya, bertempat di ruang rapat DPRD Tanah Bumbu.

Dikutip dari media online kalimantansmart.info, dalam rapat dengan jajaran Dinas Kominfosp itu, Andi Asdar Wijaya mengungkapkan keprihatinannya terhadap tidak adanya sinyal atau jaringan telekomunikasi di jalan alternatif Batulicin-Banjarbaru.

Menurutnya, keberadaan jaringan telekomunikasi di jalan alternatif sangat penting bagi masyarakat. Sebagai contoh ujarnya, jika terjadi keadaan darurat di daerah itu, masyarakat tidak dapat meminta bantuan dengan cepat karena ketiadaan jaringan telekomunikasi.

Selain itu, ucap Andi Asdar Wijaya, dengan adanya rencana pembangunan pembangunan rest area di perbatasan Tanah Bumbu-Banjarbaru tentunya menjadi peluang strategis untuk menarik penyedia layanan telekomunikasi agar membangun infrastruktur  jaringan telekomunikasi di lokasi jalan alternatif itu.

Sementara itu, Kepala Dinas Kominfosp Tanbu, Al Husain Mardani mengatakan pihaknya sudah melakukan berbagai langkah koordinasi dengan kementerian maupun penyedia layanan telekomunikasi.

"Kami sudah berkonsultasi dan koordinasi dengan berbagai pihak terkait. Salah satunya yakni dengan Kementerian Kominfo yakni mengusulkan bantuan melalui program Bakti Kominfo untuk wilayah di maksud," kata Al Husain.

Terkait pemasangan infrastruktur Base Transsceiver Station (BTS) ini, sebutnya memerlukan pendekatan Busines to Busines (B2B).

Provider telekomunikasi akan mempertimbangkan potensi pengguna di suatu wilayah sebelum memutuskan investasi. Kalau tidak ada pengguna yang cukup banyak , mereka cenderung enggan membangun jaringan, apalagi biaya pembangunan satu tower BTS mencapai Rp5 Miliar.

Ia juga menambahkan, terkait program Bakti Kominfo biasanya di fokuskan untuk daerah 3T yakni terdepan, terluar, tertinggal, sehingga jalur alternatif Batulicin-Banjarbaru belum memenuhi syarat tersebut. Namun demikian, ucap Al Husain pihaknya optimis bahwa rest area yang direncanakan dapat menjadi daya Tarik bagi provider.

"Kami akan terus mendorong agar kebutuhan jaringan ini bisa terpenuhi. Rest area yang di bangun di jalur alternatif itu bisa menjadi daya tarik bagi provider," pungkasnya.

Bagikan:
Berita Terkait